Riana Mahilda

Do it Anyway

Sat, 26 November 2022 19:15 PM

Tahun baru identik dengan harapan dan resolusi baru, tapi sebelum membahas tentang goals mendatang aku mau becerita tentang, 'what i have done in 2016'. Menjelang akhir tahun, aku biasanya sudah bersiap dengan buku dan pulpen warna-warni untuk membuat list resolusi selama setahun ke depan. Itu pun harus didukung dengan waktu 'me time' yang efektif, karena pada saat menulis ada moment mengevaluasi diri atas resolusi yang sudah tercapai kemudian berfikir dan merasakan bagaimana caranya untuk lebih baik lagi untuk poin yang masih diusahakan atau bahkan belum bejalan.

Untuk apa sih buat resolusi segala dirasa? Kalau dipikirkan semua orang pasti mempunyai jawaban yang hampir sama, tapi kalau dirasakan mungkin kamu termasuk yang bertanya mengapa aku menyertakan rasa (desire). Yap, rasa! Dari mulai aku memikirkanya aku sudah membawa rasa, the starting point off all achievement is desire. Jadi alasan juga kenapa resolusiku ditulis tangan, semakin banyak indera yang terlibat, akan semakin kuat rasa yang ditimbulkan. Semakin kuat rasa yang ditimbulkan, akan semakin tulus dalam mencapai atau melakukan progressnya. Memiliki rasa ini paling berpengaruh pada saat aku mengalami jenuh, buntu atau pada saat aku terlalu ambisius minta diburu tanpa memperhatikan aspek lain, rasa mengingatkan aku, tujuan itu gak bisa dicapai kalau hanya dengan kerja otak, dia perlu teman hati untuk menimbulkan rasa dan fisik yang prima.

Ketakutan itu ada, saat hari - hari berlalu tapi gak ada list yang ditandai selesai, saat harus bisa juggling diantara keluarga, bekerja, sosial, me-time, tapi tetap harus mencapai list tersebut, saat progres tidak berjalan sebagaimana seharusnya. Hingga pada akhirnya ketakutan itu berbuah kepuasan bathin, peningkatan kemampuan personal dan senyuman lebar untuk membuka harapan baru di tahun berikutnya, yaitu tahun ini.

Alhamdulillah tahun 2016 kemarin aku bisa menchecklist sebagian besar resolusi tahunan yang sudah aku impikan di awal tahun. Membangun EMSEE ID talent management bersama teman - temanku, aku bisa lolos sertifikasi broadcasting dan sempat siaran di salah satu radio Jakarta untuk tiga program siaran berbeda (btw, siaran itu impian jaman aku TK loh -. Alhamdulillah kesampean), enlarged networking dari field yang berbeda, dan released this baby rianamahilda.com. Dari apa yang sudah aku sebutkan, aku banyak banget mencoba dan belajar hal baru. Keluar zona nyaman sih pasti, weekend ketemu kasur atau full off-day aja bersyukur :))

Gak ada tips khusus dalam menghadapi ketakutan atas pencapaian itu selain dikerjakan. “Stay afraid, but do it anyway. What’s important is the action. Kamu gak perlu menjadi ahli hand lettering kok, kalau kamu punya goals mau buat brush painting, you don’t have to wait to be confident. Just do it and eventually the confidence will follow. Selama kamu yakin bisa, just do it. This is my motto for the year as I keep trying new things and experiment a lot.

Happy New Year!

Riana ♥

Baca Juga

Fri, 16 December 2016 16:12 pm

MATCHING SET: RAIN COLOUR PALLETE

Komentar