Riana Mahilda

Roemah Kopi : Feel the Heritage Coffee Shop (Review)

Sat, 26 November 2022 20:03 PM

Long Weekend minggu lalu, aku berkesempatan ke salah satu kafe di daerah Dago Pakar atas, Roemah Kopi. Alasan aku mendatangi kafe ini adalah karena aku mau ke lokasi kafe dengan pemandangan terbuka dan tenang, selain itu aku juga punya pengalaman kurang enak mendatangi kafe berkonsep instagramable tapi rasa dan harga jauh dari ekspektasi.

LOCATION :

Lokasinya cukup strategis dan mudah dijangkau, dari simpang McD Dago (sekitar 20 menit menggunakan sepeda motor 40km/h), lurus aja sampai ketemu Dago Pakar Atas di sisi kiri jalan. Setelah sampai di komplek Dago Pakar atas, kamu tinggal belok kanan sebelum Dago Resort, kurang lebih 200 meter setelah the parlour atau kalau masih belum terbayang/ragu kamu bisa langsung go direction ke SINI. Sesampainya di sana, aku gak langsung impressed karena dari depan nampak biasa aja, begitu masuk ke dalam ruangan barulah aku merasa wow!

OPENING HOURS :

ATMOSPHERE :

Sangat terasa suasana 'homey' dan vintagenya. Tata bangunan Roemah Kopi dibuat berterap karena letak warung berada di kemiringan tanah. Ini lah yang gak aku kira diawal, bahwa dari yang nampak kecil di depannya ternyata punya banyak banget ruang terbuka dengan pilihan table set dan view yang berbeda. Kafenya terdiri dari satu bangunan utama dan beberapa ruangan terbuka. Mayoritas propertinya terbuat dari kayu atau bambu, hanya beberapa aksesoris hiasan atau pajangan yang non kayu (besi, kuningan, wardrobe). Moodboard warnanya kental sekali dengan tone - tone khas vintage, coklat dan kuning kecoklatan.

Saat baru memasuki lobby utama yang tidak terlalu besar, pandangan mata langsung tertuju ke ruang tengah utama. Di ruang tersebut (gambar di atas) terdapat kasir dan juga dapur. Aku langsung turun karena gak sabar untuk explore keseluruhan sudut kafe.

Setelah turun, kamu akan menemukan another 'terap' si Roemah Kopi ini, dari teras bangunan utama kamu bisa melihat beberapa ruang terbuka yang super cozy dan membingungkan, haha. Saat masuk pun aku perlu beberapa waktu untuk memilih mau duduk dimana, rasanya mau merasakan semua spot.

Dua spot di atas menjadi rebutan saat menjelang malam, karena terdapat kerlap - kerlip lampu hias (lampu cabe) yang menambah kesan romantis. ciee~ *apasih (?) Berhubung, aku dateng kesananya siang bolong, jadi aku bergerak ke sudut lainnya.

Spot sofa coklat tua ini berada tepat di sebelah spot pada gambar sebelumnya, jadi kalau kamu duduk di sini view pemandangan kamu adalah bangunan utama dan juga teras terbuka yang berada di sebelahnya. It's quite cozy (aku sofa freak soalnya), tapi mubazir kalau kamu dateng cuma berdua. Spot ini pas banget untuk keluarga, meeting semi-formal atau kumpul komunitas.

Spot di atas agak terpencil lokasinya, jadi berbeda atap dengan spot sofa coklat tadi, ada dua table set untuk kapasitas 8 orang. Walaupun tidak memiliki view special karena dikelilingin bangunan, spot ini tidak menjadi tempat lalu lalang ke sudut lainnya. Nah, pas banget kalau kamu mau mengadakan private event seperti arisan atau syukuran di ruang yang ini.

Kursi - kursi ukiran menjadi ciri khas untuk terap paling bawah di Roemah Kopi (turun lagi melalui tangga yang berada di sebelah spot terpencil tadi), tapi sangat disayangkan pemandangan tidak terlalu bagus karena viewnya hanya berupa tanaman pagar. Kebayang kan antusiasnya mencari pilihan mau duduk dimana haha, seru banget mengeksplore setiap sudut kafenya! Ada jalan yang gak disangka sebagai penyambung ruang yang sofa coklat dengan terap paling bawah misalnya. Konsep arsitektur berterap di Bandung sebenarnya bukan hal yang baru jika dilihat dari sisi tanahnya sendiri, setiap bangunan punya ciri khas masing - masing termasuk Roemah Kopi ini.

MENU, CUISINE TYPES & COST :

Range pilihan menunya cukup beragam, ada makanan khas western ada juga makanan khas Indonesia begitu pula dengan minumannya. Sesuai dengan namanya, pilihan menu minuman Roemah Kopi didominasi oleh beragam jenis kopi, sayangnya aku gak mencoba karena lagi gak ingin kopi saat itu. Harganya bervariatif dari mulai Rp 5000 sampai yang paling tinggi Rp 85000. Harga yang layak untuk makanan yang enak, pelayanan yang cepat dan ramah serta suasana yang bersih dan nyaman. Oia, harga dibawah ini belum termasuk pajak 10% yah. Kalau kamu gak menyiapkan uang cash, Roemah Kopi juga menyediakan fasilitas Debit.

Aku memesan Fettucini Aglio Olio dan Chocalate Zig Zag sedangkan temanku memesan Chicken Katsu dan Ice Green tea. Gak sampai 20 menit, pesanan kami sudah datang. Btw, Whipped Cream minumanku sudah sedikit cair, aku keasikan mengambil foto gak sadar makanan udah ready to serve beberapa menit sebelumnya xD

Porsinya tidak terlalu banyak, untuk pastanya setara dengan ukuran medium di Warung Pasta, cukuplah untuk ukuran perutku haha. Sedangkan untuk chicken katsunya ketebalan dagingnya sekitar 1 cm, ada kentang goreng dan salad sebagai side dishnya. Bagian favoriteku adalah chicken katsunya, kalau gak inget oglio yang belum habis rasanya aku mau nambah satu porsi katsu. Rasa minumannya standar kafe - kafe pada umumnya, yang membedakan disini kekentalannya cukup pas (gak terlalu cair/terlalu manis).

VALUE ADDED :

Oia, di sini musholanya juga bersih (tidak lembab) dan nyaman, selain itu mukenanya juga wangi. Jujur aku kadang gak suka sama tempat wisata atau kafe yang bagus tapi kurang memperhatikan sarana beribadah. Ah double deh jatuh cintanya kalau musholaya tipe gini :3

Aku stay disana selama kurang lebih 4 jam, nyamannya bikin aku lupa waktu! Padahal there is no wifi loh, jadi kelebihan tersendiri kalau kamu kesana memang mau quality time dengan keluarga, sahabat, teman atau pasangan. Tapi kalau kamu mau mencari data atau nugas yang membutuhkan jaringan, saran aku siapin portable hotspot sendiri deh.

PROS :

  • Lokasi mudah dijangkau
  • Suasana vintage dengan pemandangan terbuka
  • Cozy serasa di rumah
  • Menu bervariasi (western dan indonesian)
  • Bisa takeaway
  • Pelayanan ramah
  • Harga ~Rp 30.000 - 80.000 per orang
  • Cash/Debit
  • Mushola bersih

CONS :

  • Tidak ada Wifi
  • Tidak ada lokasi parkir khusus untuk mobil

Buat kamu, ada yang sudah pernah berkunjung juga ke Roemah Kopi? Share yuk bagaimana kesan - kesanmu berkunjung ke kafe daerah Bandung ini. SEE YOU ON MY NEXT POST

Baca Juga

Mon, 10 April 2017 20:02 pm

Perfect Strangers

Komentar